Butuh usaha mengumpulkan keberanian luar biasa menuliskan ini. Semua tentu telah mengetahui vonis yang dijatuhkan kepada dua inovator disrupsi teknologi dengan karya bersama yang teramat luar biasa melampaui pelbagai batasan konektivitas: Nadiem Makarim (10 tahun) dan Ibrahim Arief / Ibam (4 tahun). Sungguh sebuah ironi yang memiriskan. Bagaimana mungkin ini semua bisa diterima dengan nalar sehat?! Apalagi keduanya pernah turut hadir mengabdi bagi negara. Baik di dalam pemerintahan, dan utamanya menciptakan lapangan pekerjaan bagi jutaan orang, ratusan ribu UMKM.
Tulisan ini lahir dari hati yang tergerak melihat bahwa persoalan berulang bak penyakit kronis nan akut sebegitu demikiannya, bukan cuma sesederhana “KEBENARAN DIBUAT KALAH OLEH KEJAHATAN”. Malah jauh lebih mendalam lagi, ini amat menggambarkan betapa buruk dan tidak sehatnya penalaran kebanyakan elemen masyarakat ketika bicara konteks berinovasi. Akibat senyatanya, jangankan sebatas berinovasi, alih-alih malah banyak yang jadi semakin takut / gentar untuk mulai merintis kewirausahaan berbasiskan inovasi. Padahal, paradigma “PERCAYA PROSES” sudah sepatutnya mesti dijadikan sebuah HARGA MULTAK berinovasi.
Bahayanya Bangsa Tidak Percaya Proses
Makin kentara jelas didapati kini bahwa segala persoalan sistemik yang selalu terjadi berulang tadi bersumber dari mengakarkuatnya kultur TIDAK PERCAYA PROSES dalam tubuh hampir seisi bangsa ini di segala lapisan masyarakat pada pelbagai sektor penghidupan. Selain dari dinamika kepemimpinan yang memang TIDAK PERCAYA PROSES, andil terbesarnya justru datang dari sistem pendidikan kita sendiri yang seringkali tidak kita sadari menanamkan sekaligus menciptakan kultur demikian. Ini sangat berbahaya sekali! Benar! Lantaran sudah sampai terbawa ke dalam konteks bernegara dan bermasyarakat. Lantas apa sebetulnya kemudian bahayanya bangsa TIDAK PERCAYA PROSES?
Bicara konteks berinovasi serta kultur berproses yang begitu berhubungan erat sekali ini, bahaya terbesarnya ketika bangs akita sendiri menganut paradigma TIDAK PERCAYA PROSES ialah kelirunya bernalar dalam memetakan keseluruhan permasalahan aktual yang terjadi (realitas lapangan). Sehingga jadilah tiap problem solving yang dilakukan hampir selalu tidak tepat menyasar kebutuhan nyata di lapangan.
Alhasil, banyak program instansi yang salah kaprah sejak awal dirancang; dan ketika dijalankan, sering terjadi tiga kemungkinan berikut: berhenti begitu saja di tengah jalan, percaya diri berlebih tanpa mau mengevaluasi lagi outcome dari kenyataan akan pelaksanaan lapangan, dan kerap ditemui banyak celah penyalahgunaan ataupun terjadinya misleading yang menimbulkan distrust demi distrust -bahkan sampai di tahap saling menyalahkan satu dengan yang lain sehingga tidak dapat berjalan efektif. Dana sudah habis duluan di tengah, dan akhirnya rakyat malah tetap tak merasakan dampak apapun.
Ternyata, kendala kultur TIDAK PERCAYA PROSES tidak hanya berhenti sampai di sini. Terus bermunculan persoalan demi persoalan serupa di mana banyak program serta kebijakan strategis yang hanya menjadikan inovasi sebagai kemasan dan BUKAN SENTRA UTAMANYA. Dan ini terjadi dalam aneka institusi, lembaga, maupun organisasi yang semestinya menjalankan peranan untuk senantiasa meyakini mindset “PERCAYA PROSES” sebagai sebuah HARGA MUTLAK berinovasi: perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi kewirausahaan, inkubasi bisnis, dan lain sejenisnya. Artinya, ini (kultur TIDAK PERCAYA PROSES tadi) sudah menjalar ke seluruh tubuh stakeholder -terkhususnya perancang kebijakan- di banyak institusi, lembaga, serta organisasi.
Ijinkan menyampaikan satu dua realitas mengenai konteks TIDAK PERCAYA PROSES yang tengah terjadi / dialami dalam bentuk analogi. Begini kira-kira penggambaran analoginya. Ada sebuah unit satuan kerja di perguruan tinggi yang berfokus mengangkat beragam riset serta inovasi di perguruan tinggi tersebut yang telah mampu menghasilkan revenue dan memiliki dampak bagi sekitar. Lantas bagaimana satuan kerja ini memerankan fungsinya mengenalkan inovasi-inovasi di universitas?
Yang perlu disoroti di sini lebih kepada pendekatan yang diambil oleh pimpinan satuan kerja tadi. Persisnya pendekatan yang melulu berkisar kepada upaya mengejar target KPI. Singkatnya jadi seakan mementingkan performa, sehingga ada keengganan untuk melihat realitas dinamika merintis kewirausahaan berbasiskan inovasi dengan apa adanya.
Jelas akibatnya menjadi sangat tidak baik: kuantitas perintis wirausaha lewat jalur berinovasi jadi lebih dipandang sebagai hal yang mesti diangkat ketimbang kualitas berinovasi hingga mampu merintis kewirausahaan itu sendiri. Lagi, pandangan keliru telah dipertontonkan nyata kepada segenap elemen masyarakat lintas generasi. Ini pun baru permulaan dari bahayanya bangsa TIDAK PERCAYA PROSES.
Jangkarnya Bukan Lagi Visi Kewirausahaan Berdampak
Lebih jauh lagi, kini sudah mulai tersingkap sebuah aspek paling urgen yang selama ini tidak pernah terlihat: pencapaian berwirausaha serta usaha mendorong percepatannya jauh lebih dipandang sebagai keutamaan bagi kebanyaikan orang yang harus dikejar ketimbang dinamika berinovasi menuju kewirausahaan yang berlangsung itu sendiri. Artinya, mindset “PERCAYA PROSES” ini sendiri masih belum berhasil ditanamkan sebagai penggerak sentral dalam perjalanan berinovasi menuju kewirausahan tadi. Intinya, TIDAK ADA RUANG BAGI PROSES.
Terlebih, inilah satu konsekuensi esensial yang didapati apabila dinamika penuh ketidakpastian demikian dibiarkan terus berlarut: semakin tergerusnya upaya menginvestasikan kerangka berpikir kewirausahaan berdampak dalam bentuk visi berjangka panjang sebagai jangkar utama. Bahkan boleh dibilang, itu semua digantikan oleh pola pikir yang kerap mendahulukan proyeksi menuju terwujudnya hasil berupa komersialisasi dengan berbagai bentuk pengemasan (seakan mengagumkan) dalam waktu singkat.
Jadi, visi kewirausahaan berdampak dalam konteks ini pun sudah bukan lagi berperan sebagai jangkarnya kultur berinovasi yang MAU MEMPERCAYAI PROSES. Sedemikan rupanya mindset “PERCAYA PROSES” tadi tidak dibudayakan sebagai sebuah HARGA MULTAK BERINOVASI. Mengingat bahwa lahirnya bangsa dan negara ini sendiri juga datang dari para pendiri bervisi yang sangat PERCAYA PROSES. Jelas ini sebuah realitas yang begitu MENGERIKAN dan HARUS SEGERA DIBENAHI bersama SECARA KOLEKTIF.
Setahun dua tahun yang lalu, kita sudah bersama-sama menyaksikan kejatuhan era “bakar uang” dari para start-up yang tengah berjaya sedekade lalu di mana fokusnya berkisar melihat market growth. Sekarang, ke mana arah pengembangan bisnis mereka? Atau bahkan, adakah di antara mereka yang masih tetap eksis?
Mulai dari Zenius yang menutup seluruh operasional bisnisnya. Lalu Bukalapak yang menutup seluruh layanan marketplace produk fisik dan hanya berfokus pada virtual dan digital. Juga Tokopedia yang diakuisisi oleh Bytedance melalui entitas usaha yang dimilikinya: Tiktok.
Bahkan dua start-up peer-to-peer lending (Investree dan Tanihub), selain bangkrut dan dicabut izin usahanya, perintisnya malah terseret pula ke dalam masalah hukum penyalahgunaan dana dan manipulasi keuangan. Sehingga secar ahemat, kejadian skandal eFishery ibarat hanyalah satu dari sekumpulan kasus yang baru muncul ke permukaan (fenomena gunung es); dan masih banyak sekali kasus tidak terungkap / terangkat lainnya.
Tapi sejatinya, gambaran lebih besarnya terletak pada bagaimana segenap khalayak kita mau turut membudayakan mindset “PERCAYA PROSES” ini hingga pada tahapan menjadikannya sebuah harga mutlak berinovasi. Sungguh pekerjaan bersama yang tampak terlampau berat. Lantaran setingkat unit kerja di perguruan tinggi pun malah menaruh energi dan effort lebih besar untuk mempromosikan berbagai inovasi potensial yang dapat masuk ke dalam jalur hilirisasi / komersialisasi. Padahal yang mesti dilakukan justru senyatanya memperlihatkan dinamika berinovasi di lingkungan kampus serta proses memadukannya dengan kebutuhan lapangan sektor UMKM sampai bisa berdinamika merintis kewirausahaan berbasiskan inovasi dengan apa adanya.
Dan tuntutan sejumlah elemen yang terlibat ikut berperan membentuk iklim berinovasi demikian yang amat menguras banyak pemikiran sekaligus emosional: venture capital yang melulu transaksional (memikirkan balik modal), instansi pencetus kebijakan yang tidak dapat melihat esensi dari “PERCAYA PROSES”, (rektorat) kampus yang kebanyakan sibuk mempertontonkan prestasi dalam berinovasi. Lengkaplah sudah, tidak ada yang bisa diajak turun mendengarkan aspirasi akan kenyataan aktual perihal membangun kewirausahaan berbasiskan inovasi. Lantas, mana mungkin dengan pemikiran seperti ini ada sisa ruang untuk menjadikan visi kewirausahaan berdampak sebagai jangkarnya? Sekali lagi, hanya tersisa ruang amat kecil bagi mereka yang “PERCAYA PROSES”.
Hadirkan Iklim Berinovasi yang Sehat
Ada sebuah pepatah tentang betapa sentralnya “PERCAYA PROSES” dalam membangun iklim berinovasi secara kondusif. Iklim berinovasi yang sehat menggambarkan budaya bangsa yang mau “PERCAYA PROSES” sekaligus menempatkannya sebagai harga mutlak berinovasi. Dan itu benar adanya.
Cerita ANGIN Advisory dalam menginisiasi program Pikiran Terbaik Negeri (PTN) adalah inspirasi nyata dari kerangka berpikir yang tepat dalam rangka menghadirkan lagi iklim berinovasi yang sehat. Mekanisme seleksi yang AINGIN bangun cukup menyasar kepada dua aspek paling esensial dalam konteks berwirausaha sejatinya: business model yang baik, dan terlebih mengutamakan dampak yang ingin diciptakan. Lebih jauh lagi, soal keutamaan dampak tadi, pihak ANGIN juga menerapkan cara serupa dalam menyaring pihak-pihak yang ingin mensponsori program Pikiran Terbaik Negeri. Tujuannya sudah gamblang: supaya mendapat sponsor yang satu visi dengan ANGIN Advisory sendiri.
Akhir kata, harus disampaikan. Bahwa setiap kita harus terus melatih diri membudayakan “PERCAYA PROSES” hingga meyakininya sebagai sebuah HARGA MUTLAK BERINOVASI. Sebab iklim berinovasi kondusif lahir dari orang-orang yang mau seutuhnya meyakini dan berpegang teguh pada mindset “PERCAYA PROSES” sebagai roda penggeraknya. Yuk, bersama, hadirkan lagi iklim berinovasi yang sehat.
Seluruh gagasan bermakna tadi bermula terinisiasi dari Tim Inkubator UI melalui satu aktivitas sebagai roda penggerak utamanya: Aktivitas Peminjaman Inkubator Gratis (dan Lampu Fototerapi) untuk Bayi Nusantara. Makin ke sini, malah kami makin terpacu memutar otak untuk terus membuat peralatan demi peralatan medis yang ada di ruang NICU (neonatal intensive care unit) selain Inkubator Grashof Portable dan lampu fototerapi portable. Lagi, esensinya di sini menjadikannya peralatan medis yang portable dan totally non-invasive.
Sejatinya, Anda (dan siapa saja) yang masuk berkiprah untuk buka jalan hadirkan produk ALKES buatan industri kecil dalam negeri -entah sejenis health monitoring ataupun ALKES lainnya- sudah pasti membutuhkan waktu berjenjang yang tidak sebentar. Artinya, bersiaplah mengamalkan segenap pemikiran dan kehidupan dengan berdedikasi penuh bila Anda bersedia menyanggupinya.
Terus hadirkan inovasi demi inovasi menyesuaikan kebutuhan pangsa pasar. Dan izinkan seluruh tim di sini menutup dengan sebuah wejangan dalam berwirausaha yang tak akan pernah lekang oleh waktu: beranikanlah diri Anda berlekas mengambil langkah tidak populis.
Seluruh gagasan bermakna tadi bermula terinisiasi dari Tim Inkubator UI melalui satu aktivitas sebagai roda penggerak utamanya: Aktivitas Peminjaman Inkubator Gratis (dan Lampu Fototerapi) untuk Bayi Nusantara. Makin ke sini, malah kami makin terpacu memutar otak untuk terus membuat peralatan demi peralatan medis yang ada di ruang NICU (neonatal intensive care unit) selain Inkubator Grashof Portable dan lampu fototerapi portable. Lagi, esensinya di sini menjadikannya peralatan medis yang portable dan totally non-invasive.
Sejatinya, Anda (dan siapa saja) yang masuk berkiprah untuk buka jalan hadirkan produk ALKES buatan industri kecil dalam negeri -entah sejenis health monitoring ataupun ALKES lainnya- sudah pasti membutuhkan waktu berjenjang yang tidak sebentar. Artinya, bersiaplah mengamalkan segenap pemikiran dan kehidupan dengan berdedikasi penuh bila Anda bersedia menyanggupinya.
Terus hadirkan inovasi demi inovasi menyesuaikan kebutuhan pangsa pasar. Dan izinkan seluruh tim di sini menutup dengan sebuah wejangan dalam berwirausaha yang tak akan pernah lekang oleh waktu: beranikanlah diri Anda berlekas mengambil langkah tidak populis.
Seluruh gagasan bermakna tadi bermula terinisiasi dari Tim Inkubator UI melalui satu aktivitas sebagai roda penggerak utamanya: Aktivitas Peminjaman Inkubator Gratis (dan Lampu Fototerapi) untuk Bayi Nusantara. Makin ke sini, malah kami makin terpacu memutar otak untuk terus membuat peralatan demi peralatan medis yang ada di ruang NICU (neonatal intensive care unit) selain Inkubator Grashof Portable dan lampu fototerapi portable. Lagi, esensinya di sini menjadikannya peralatan medis yang portable dan totally non-invasive.
Sejatinya, Anda (dan siapa saja) yang masuk berkiprah untuk buka jalan hadirkan produk ALKES buatan industri kecil dalam negeri -entah sejenis health monitoring ataupun ALKES lainnya- sudah pasti membutuhkan waktu berjenjang yang tidak sebentar. Artinya, bersiaplah mengamalkan segenap pemikiran dan kehidupan dengan berdedikasi penuh bila Anda bersedia menyanggupinya.
Terus hadirkan inovasi demi inovasi menyesuaikan kebutuhan pangsa pasar. Dan izinkan seluruh tim di sini menutup dengan sebuah wejangan dalam berwirausaha yang tak akan pernah lekang oleh waktu: beranikanlah diri Anda berlekas mengambil langkah tidak populis.
Seluruh gagasan bermakna tadi bermula terinisiasi dari Tim Inkubator UI melalui satu aktivitas sebagai roda penggerak utamanya: Aktivitas Peminjaman Inkubator Gratis (dan Lampu Fototerapi) untuk Bayi Nusantara. Makin ke sini, malah kami makin terpacu memutar otak untuk terus membuat peralatan demi peralatan medis yang ada di ruang NICU (neonatal intensive care unit) selain Inkubator Grashof Portable dan lampu fototerapi portable. Lagi, esensinya di sini menjadikannya peralatan medis yang portable dan totally non-invasive.
Sejatinya, Anda (dan siapa saja) yang masuk berkiprah untuk buka jalan hadirkan produk ALKES buatan industri kecil dalam negeri -entah sejenis health monitoring ataupun ALKES lainnya- sudah pasti membutuhkan waktu berjenjang yang tidak sebentar. Artinya, bersiaplah mengamalkan segenap pemikiran dan kehidupan dengan berdedikasi penuh bila Anda bersedia menyanggupinya.
Terus hadirkan inovasi demi inovasi menyesuaikan kebutuhan pangsa pasar. Dan izinkan seluruh tim di sini menutup dengan sebuah wejangan dalam berwirausaha yang tak akan pernah lekang oleh waktu: beranikanlah diri Anda berlekas mengambil langkah tidak populis.
Seluruh gagasan bermakna tadi bermula terinisiasi dari Tim Inkubator UI melalui satu aktivitas sebagai roda penggerak utamanya: Aktivitas Peminjaman Inkubator Gratis (dan Lampu Fototerapi) untuk Bayi Nusantara. Makin ke sini, malah kami makin terpacu memutar otak untuk terus membuat peralatan demi peralatan medis yang ada di ruang NICU (neonatal intensive care unit) selain Inkubator Grashof Portable dan lampu fototerapi portable. Lagi, esensinya di sini menjadikannya peralatan medis yang portable dan totally non-invasive.
Sejatinya, Anda (dan siapa saja) yang masuk berkiprah untuk buka jalan hadirkan produk ALKES buatan industri kecil dalam negeri -entah sejenis health monitoring ataupun ALKES lainnya- sudah pasti membutuhkan waktu berjenjang yang tidak sebentar. Artinya, bersiaplah mengamalkan segenap pemikiran dan kehidupan dengan berdedikasi penuh bila Anda bersedia menyanggupinya.
Terus hadirkan inovasi demi inovasi menyesuaikan kebutuhan pangsa pasar. Dan izinkan seluruh tim di sini menutup dengan sebuah wejangan dalam berwirausaha yang tak akan pernah lekang oleh waktu: beranikanlah diri Anda berlekas mengambil langkah tidak populis.
Seluruh gagasan bermakna tadi bermula terinisiasi dari Tim Inkubator UI melalui satu aktivitas sebagai roda penggerak utamanya: Aktivitas Peminjaman Inkubator Gratis (dan Lampu Fototerapi) untuk Bayi Nusantara. Makin ke sini, malah kami makin terpacu memutar otak untuk terus membuat peralatan demi peralatan medis yang ada di ruang NICU (neonatal intensive care unit) selain Inkubator Grashof Portable dan lampu fototerapi portable. Lagi, esensinya di sini menjadikannya peralatan medis yang portable dan totally non-invasive.
Sejatinya, Anda (dan siapa saja) yang masuk berkiprah untuk buka jalan hadirkan produk ALKES buatan industri kecil dalam negeri -entah sejenis health monitoring ataupun ALKES lainnya- sudah pasti membutuhkan waktu berjenjang yang tidak sebentar. Artinya, bersiaplah mengamalkan segenap pemikiran dan kehidupan dengan berdedikasi penuh bila Anda bersedia menyanggupinya.
Terus hadirkan inovasi demi inovasi menyesuaikan kebutuhan pangsa pasar. Dan izinkan seluruh tim di sini menutup dengan sebuah wejangan dalam berwirausaha yang tak akan pernah lekang oleh waktu: beranikanlah diri Anda berlekas mengambil langkah tidak populis.
Seluruh gagasan bermakna tadi bermula terinisiasi dari Tim Inkubator UI melalui satu aktivitas sebagai roda penggerak utamanya: Aktivitas Peminjaman Inkubator Gratis (dan Lampu Fototerapi) untuk Bayi Nusantara. Makin ke sini, malah kami makin terpacu memutar otak untuk terus membuat peralatan demi peralatan medis yang ada di ruang NICU (neonatal intensive care unit) selain Inkubator Grashof Portable dan lampu fototerapi portable. Lagi, esensinya di sini menjadikannya peralatan medis yang portable dan totally non-invasive.
Sejatinya, Anda (dan siapa saja) yang masuk berkiprah untuk buka jalan hadirkan produk ALKES buatan industri kecil dalam negeri -entah sejenis health monitoring ataupun ALKES lainnya- sudah pasti membutuhkan waktu berjenjang yang tidak sebentar. Artinya, bersiaplah mengamalkan segenap pemikiran dan kehidupan dengan berdedikasi penuh bila Anda bersedia menyanggupinya.
Terus hadirkan inovasi demi inovasi menyesuaikan kebutuhan pangsa pasar. Dan izinkan seluruh tim di sini menutup dengan sebuah wejangan dalam berwirausaha yang tak akan pernah lekang oleh waktu: beranikanlah diri Anda berlekas mengambil langkah tidak populis.
Seluruh gagasan bermakna tadi bermula terinisiasi dari Tim Inkubator UI melalui satu aktivitas sebagai roda penggerak utamanya: Aktivitas Peminjaman Inkubator Gratis (dan Lampu Fototerapi) untuk Bayi Nusantara. Makin ke sini, malah kami makin terpacu memutar otak untuk terus membuat peralatan demi peralatan medis yang ada di ruang NICU (neonatal intensive care unit) selain Inkubator Grashof Portable dan lampu fototerapi portable. Lagi, esensinya di sini menjadikannya peralatan medis yang portable dan totally non-invasive.
Sejatinya, Anda (dan siapa saja) yang masuk berkiprah untuk buka jalan hadirkan produk ALKES buatan industri kecil dalam negeri -entah sejenis health monitoring ataupun ALKES lainnya- sudah pasti membutuhkan waktu berjenjang yang tidak sebentar. Artinya, bersiaplah mengamalkan segenap pemikiran dan kehidupan dengan berdedikasi penuh bila Anda bersedia menyanggupinya.
Terus hadirkan inovasi demi inovasi menyesuaikan kebutuhan pangsa pasar. Dan izinkan seluruh tim di sini menutup dengan sebuah wejangan dalam berwirausaha yang tak akan pernah lekang oleh waktu: beranikanlah diri Anda berlekas mengambil langkah tidak populis.
Seluruh gagasan bermakna tadi bermula terinisiasi dari Tim Inkubator UI melalui satu aktivitas sebagai roda penggerak utamanya: Aktivitas Peminjaman Inkubator Gratis (dan Lampu Fototerapi) untuk Bayi Nusantara. Makin ke sini, malah kami makin terpacu memutar otak untuk terus membuat peralatan demi peralatan medis yang ada di ruang NICU (neonatal intensive care unit) selain Inkubator Grashof Portable dan lampu fototerapi portable. Lagi, esensinya di sini menjadikannya peralatan medis yang portable dan totally non-invasive.
Sejatinya, Anda (dan siapa saja) yang masuk berkiprah untuk buka jalan hadirkan produk ALKES buatan industri kecil dalam negeri -entah sejenis health monitoring ataupun ALKES lainnya- sudah pasti membutuhkan waktu berjenjang yang tidak sebentar. Artinya, bersiaplah mengamalkan segenap pemikiran dan kehidupan dengan berdedikasi penuh bila Anda bersedia menyanggupinya.
Terus hadirkan inovasi demi inovasi menyesuaikan kebutuhan pangsa pasar. Dan izinkan seluruh tim di sini menutup dengan sebuah wejangan dalam berwirausaha yang tak akan pernah lekang oleh waktu: beranikanlah diri Anda berlekas mengambil langkah tidak populis.
Seluruh gagasan bermakna tadi bermula terinisiasi dari Tim Inkubator UI melalui satu aktivitas sebagai roda penggerak utamanya: Aktivitas Peminjaman Inkubator Gratis (dan Lampu Fototerapi) untuk Bayi Nusantara. Makin ke sini, malah kami makin terpacu memutar otak untuk terus membuat peralatan demi peralatan medis yang ada di ruang NICU (neonatal intensive care unit) selain Inkubator Grashof Portable dan lampu fototerapi portable. Lagi, esensinya di sini menjadikannya peralatan medis yang portable dan totally non-invasive.
Sejatinya, Anda (dan siapa saja) yang masuk berkiprah untuk buka jalan hadirkan produk ALKES buatan industri kecil dalam negeri -entah sejenis health monitoring ataupun ALKES lainnya- sudah pasti membutuhkan waktu berjenjang yang tidak sebentar. Artinya, bersiaplah mengamalkan segenap pemikiran dan kehidupan dengan berdedikasi penuh bila Anda bersedia menyanggupinya.
Terus hadirkan inovasi demi inovasi menyesuaikan kebutuhan pangsa pasar. Dan izinkan seluruh tim di sini menutup dengan sebuah wejangan dalam berwirausaha yang tak akan pernah lekang oleh waktu: beranikanlah diri Anda berlekas mengambil langkah tidak populis.